PERAN PPID BAWASLU DALAM MEWUJUDKAN PELAYANAN PUBLIK YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL MELALUI PELAYANAN INFORMASI PUBLIK
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.20592128Keywords:
accountability, Bawaslu, PPID, public information service, public serviceAbstract
Public information service constitutes an integral component of public service delivery and serves as an important instrument in promoting transparency, accountability, and public participation in democratic governance. As a public institution responsible for supervising electoral processes, the Election Supervisory Agency (Bawaslu) is obligated to provide accessible and accountable public information services to the community. This responsibility is implemented through the Information and Documentation Management Officer (PPID), which manages, documents, and disseminates public information in accordance with applicable regulations. This study aims to analyze the role of PPID within Bawaslu in realizing transparent and accountable public services through public information services, examine the management of exempted information, and identify potential challenges in its implementation. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The findings indicate that PPID plays a strategic role in supporting transparency and accountability by ensuring public access to information related to institutional activities, election supervision, violation handling, and dispute resolution processes. Furthermore, the management of exempted information represents an essential aspect of public information services because it seeks to balance public access to information with the protection of legal interests, personal data, and ongoing law enforcement processes. The study also reveals several implementation challenges, including differing interpretations regarding information classification, public information disputes, personal data protection issues, digital information security concerns, and varying levels of public information literacy. Therefore, strengthening institutional capacity, improving human resource competence, enhancing digital information governance, and increasing public awareness regarding information disclosure are essential to improving the quality of public services within Bawaslu.
References
Arpiansyah, M., & Wibowo, N. E. (2024). Kinerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus PPID Pelaksana di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah). Edu Sociata, 7(2), 776–791.
Chairunnisa, L., Habibi, F., & Berthanila, R. (2023). Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik: Studi pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kota Serang. Jurnal Ilmu Administrasi Negara AsIAN, 11(2), 31–45. https://doi.org/10.47828/jianaasian.v11i2.158
Dwiyanto, A. (2014). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Fajardinni, N. (2023). Analisis Peran Komunikasi Internal Organisasi PPID dalam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Pertanian. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(5). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i5.12050
Febriananingsih, N. (2012). Keterbukaan Informasi Publik dalam Pemerintahan Terbuka Menuju Tata Pemerintahan yang Baik. Jurnal RechtsVinding, 1(1), 135–156.
Ferliana, F., & Natsir, M. (2024). Kinerja PPID (Pejabat Pengelola Informasi Publik dan Dokumentasi) dalam Menerapkan Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Pemerintahan Kota Probolinggo. Governance: Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 14(1).
Hardiyansyah. (2018). Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Ismawan, D., & Irma, A. (2024). Pemanfaatan Website Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 158–175.
Ma'ruf, S. A. (2025). Aktualisasi Keterbukaan Informasi Publik pada Era Digital. Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam.
Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Marlinda, P., dkk. (2024). Transparansi Informasi Publik di Kota Pekanbaru oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 23(1).
Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Bawaslu.
Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik.
Priyasta, M. R. Y. E., Ramdhani, M., & Ema, E. (2024). Peranan PPID dalam Pelayanan Informasi Publik di Dinas Kominfo Karawang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 24028–24037.
Ridwan HR. (2016). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Ulumiyah, P. R. U. R., & Gati, R. A. (2024). Meningkatkan Keterbukaan Publik: Strategi Humas Pemerintahan dalam Pelayanan Informasi Publik pada Portal Website PPID Kementerian PANRB. Jurnal Pembangunan dan Administrasi Publik, 6(1), 42–58.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.


