TRANSISI HUKUM PIDANA DAN KEDUDUKAN HUKUM ADAT DALAM HUKUM PIDANA BARU INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.21543646Keywords:
criminal law transition, customary law, living law, National Penal CodeAbstract
The reform of Indonesian criminal law through Law Number 1 of 2023 on the National Penal Code marks a new chapter in the transition of Indonesian criminal law from the colonial Wetboek van Strafrecht to a criminal law rooted in national values. One of the most fundamental changes in the National Penal Code is the recognition of living law as regulated in Article 2 and Article 597, which opens space for customary law to serve as a basis for criminal liability alongside written law. This article aims to analyze the transition of Indonesian criminal law and the position of customary law following the enactment of the National Penal Code. This research employs a normative juridical method with statute and conceptual approaches. The findings indicate that the recognition of living law represents a paradigm shift from formal legality toward a balance with material legality, although its implementation requires clear guidelines to avoid legal uncertainty and potential human rights violations.
References
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum, Edisi Revisi. Jakarta: Kencana, 2021.
Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum dan Realitas Sosial. Jakarta: Kompas, 2023.
Swastha, I Gede Widhiana. Hukum Pidana Adat di Indonesia. Denpasar: Udayana Press, 2024.
Zulfa, Eva Achjani. Keadilan Restoratif: Dinamika Hukum yang Hidup. Jakarta: Salemba Humanika, 2023.
Rahman, B. H. “Eksistensi Hukum Pidana Adat Melayu Jambi Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Jurnal Yuridis Unaja, vol. 1, no. 1, 2018.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6842.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2025 tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat.
InfoPublik. “Menkumham: UU Nomor 1/2023 Akui Hukum tak Tertulis.” 2023. https://infopublik.id/kategori/nasional-politik-hukum/761662/menkumham-uu-nomor-1-2023-akui-hukum-tak-tertulis.
Hukumonline. “Living Law di KUHP Baru, Antara Pengakuan Hukum Adat dan Risiko Multitafsir.” 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/living-law-di-kuhp-baru--antara-pengakuan-hukum-adat-dan-risiko-multitafsir-lt68d3788488a4d/.
Mahkamah Agung RI. “Menyelami Filosofi ‘The Living Law’ Dalam Pasal 2 KUHP.” 2025. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/menyelami-filosofi-the-living-law-dalam-pasal-2-kuhp-0E1.
STH Indonesia Jentera. “Pasal Living Law KUHP: Melindungi atau Membatasi Masyarakat?” 2024. https://www.jentera.ac.id/blog/pasal-living-law-kuhp-melindungi-atau-membatasi-masyarakat.
Dandapala. “Pembaharuan KUHP Nasional dan Pengaruhnya Terhadap Keberadaan Hukum Pidana Adat.” https://dandapala.com/opini/detail/pembaharuan-kuhp-nasional-dan-pengaruhnya-terhadap-keberadaan-hukum-pidana-adat.
Dandapala. “Meninjau Implementasi & Validasi Hukum Yang Hidup (Living Law) KUHP Nasional.” 2026. https://dandapala.com/opini/detail/meninjau-implementasi-validasi-hukum-yang-hidup-living-law-kuhp-nasional.
Ramdani, Ahdan. “Penjelasan Pasal 2 ayat (1) KUHP Baru: Pemberlakuan Konsep Living Law.” 2025. https://www.lawyer-ahdanramdani.com/penjelasan-pasal-2-ayat-1-kuhp-baru-pemberlakuan-konsep-living-law/.


